Moxiximo

impossible is NOTHING but a word

Archive for rokok

Rokok oh Rokok….

 

Berawal dari terkurungnya aku di rumah beberapa hari ini – sebetulnya cuma 2 hari sih – terpikirlah masalah rokok yg memang selalu bikin pusing kepala. Jadi, 2 hari diam di rumah artinya 2 hari menghirup udara bersih (bebas asap rokok & kendaraan bermotor). Begitu aku keluar rumah siang ini, pernapasanku langsung terganggu. Di angkot, di jalanan, di food court, di manapun pasti ada asap rokok yg mengganggu pernapasan & penglihatan. Hhhhh….. Kalau sudah begini aku pasti berpikir, “Ya Allah, bukankah merupakan hak setiap orang untuk dapat menghirup udara bersih??”

Dlm berbagai artikel disebutkan, perokok di Indonesia ini jumlahnya super duper besar - sampai2 anak SD pun sudah mulai merokok – dan sebagian besar perokok berasal dari kalangan menengah ke bawah. Hmm… kalau yg menengah ke atas ngisep cerutu kali ya? Kenapa bisa begitu? Kenapa bagi mereka merokok itu jauh lebih penting daripada makan? Jelas2 makan itu lebih nikmat & sehat….

Kalau dilihat dari kandungan di dalamnya, jelas2 rokok itu beracun. Isinya mencakup racun tikus, pestisida (nikotin), karbon monoksida, aseton, gas radioaktif, amonia, hidrogen sianida, dll. Kayaknya semua org tau betapa beracunnya rokok & bahayanya thd kesehatan ya. Tapi, sebagian orang berpendapat “Nantinya semua org pasti mati, jd mau mati lebih cepet gara2 rokok atau nggak ya sama aja.” Betul sih. Aku nggak pernah ngelarang orang ngerokok, itu sih hak asasi. Tapi, kalau ngerokok tolong jangan bagi-bagi racun ke orang yg nggak ngerokok dong! Kalo mau mati ya mati aja sendiri, nggak usah bawa2 orang lain.

Menurutku, sebagian besar perokok adalah orang-orang yang apatis & individualistis. Kenapa? Karena mereka seakan menikmati dunianya sendiri – dunia seakan milik dia & rokoknya. Mereka tidak peduli dampak asap rokok terhadap perokok pasif. Umumnya, orang yang merokok di angkot – termasuk supir angkotnya – tidak peduli walaupun aku sudah buka jendela lebar-lebar sambil batuk2 sedemikian ekstrimnya. Apa aku harus pingsan di tempat atau gotong2 tabung oksigen supaya mereka sadar bahwa aku merasa terganggu? Belum lagi perokok yg suka membuang puntung rokok sembarangan tanpa dimatikan. Sepanjang tol cipularang rumput-rumput di samping jalan itu terlihat hitam terbakar rokok yang dibuang begitu saja ke jalan. Membuang sampah sembarangan itu salah, apalagi kalau sampai menyebabkan kebakaran!

  

Wajar kan, kalau aku bilang perokok itu orang2 yang apatis? (Walaupun ada saja perokok yang sopan – mungkin jumlahnya hanya 1 : 1000 – yang mau mematikan rokoknya ketika di dalam angkot; yang meminta izin dulu sebelum merokok; yang tidak merokok di depan ibu hamil, dll.) Memang hak setiap orang untuk merokok, & aku menghormatinya. Tapi, kami yang bukan perokok juga punya hak untuk menghirup udara segar! Udara ini bukan milik siapa-siapa, jadi tolong jangan dikotori, jangan direnggut begitu saja.

Oh iya, satu lagi yg tidak dapat dimengerti. Katanya salah satu alasan seseorang mulai merokok supaya dibilang keren, dibilang dewasa ya? Hahaha… Pendapat yg aneh. Menurutku sih orang yang merokok itu sama sekali nggak keren.