Moxiximo
impossible is NOTHING but a wordArchive for obama
President of the Universe
Tidak terbendung lagi. Barack Obama telah terpilih menjadi Presiden AS yang ke-44. Semua orang sibuk membicarakan kemenangan Obama.
Change we can believe in.
Slogan kampanye Obama yang sering muncul di media massa sejak awal pencalonannya sangat menginspirasi. Manusia memang harus percaya kalau mereka bisa. Ketika rasa percaya itu ada, didukung dengan keyakinan yang tidak tergoyahkan, maka akan terbuka jalan. Benar-benar slogan yang sangat optimis dan memandang jauh ke depan. Luar biasa.
Bandingkan dengan kampanye di Indonesia. Apa yang dikejar di sini hanyalah popularitas, tidak dengan membeberkan fakta dan program-program yang jelas. Sebenarnya apa tujuan para capres itu dengan mengincar posisi tertinggi di negara ini? Kekuasaan? Harta? Lalu ke mana perginya orang-orang berhati baik berjiwa pemimpin yang memiliki keinginan untuk maju?
Satu hal yang perlu dicermati yaitu kemenangan Obama yang tidak hanya di AS semata, melainkan di seluruh dunia. Beliau telah memikat hati masyarakat dunia yang juga mendukung dan bersimpati padanya. Hal ini berdasarkan polling yang digelar di beberapa negara di seluruh dunia, di mana sebagian besar menjagokan Obama sebagai Presiden AS.
Benar-benar fenomena yang unik. Saat ini Obama telah menjelma menjadi President of the Universe! Mengapa? Karena beliau dipilih oleh segenap masyarakat di seluruh penjuru dunia, tidak hanya di AS. Walaupun AS merupakan negara adi daya, dengan presidennya merupakan orang yang paling berpengaruh di dunia, namun demam Obama di seluruh dunia ini lebih dari itu. Akankah kemenangan Obama menjadi awal atas bersatunya masyarakat di seluruh dunia di mana perdamaian menjadi titik temunya?
Untuk mencapai suatu titik, begitu banyak jalan yang harus ditempuh. Begitu banyak gunung yang harus didaki, tembok yang harus dipanjat, lautan yang harus diseberangi, dan banyak lagi lainnya. Entah kehidupan macam apa yang dijalani Obama sehingga ia mampu menjelma menjadi sosok yang sangat berpengaruh seperti saat ini. Entah kerja keras macam apa yang dilakukannya sehingga mampu menyentuh hati masyarakat dunia. Aku juga ingin menjadi manusia yang luar biasa seperti itu.
Barack Obama bukan hanya menjadi Presiden AS keturunan Afrika pertama, tetapi juga menjadi Presiden Dunia pertama. President of the Universe.
Proud to be Indonesian
Hari ini pemilihan Presiden Amerika Serikat, & entah kenapa berita di TV isinya jadi penuh kegiatan pilih memilih itu. Mungkin gara-gara pemilu di sini undang-undangnya diutak-atik melulu; orang-orangnya itu lagi itu lagi; partainya kebanyakan & dengan tujuan yang ga jelas… Mungkin orang-orang mulai bosan dengan negaranya sendiri…
Tapi konyolnya, kenapa masyarakat ikut heboh milih Obama?? Dan cuma gara-gara Obama pernah numpang sekolah di Menteng terus kesannya beliau dekat dengan Indonesia. Padahal apa hubungannya? Cuma berapa tahun sih dia di Indonesia?
Rasa simpati masyarakat Indonesia – dan sebagian besar negara2 di dunia – kepada Obama sangat besar. Kalau dilihat-lihat memang gaya bicaranya, program-programnya, itu semua sangat menjanjikan untuk perkembangan negara. Didukung pula dengan dunia yang sepertinya sudah muak dengan pemerintahan Bush – denger2 katanya Bush bahkan dimusuhi sama partainya sendiri. Tapi sebenarnya masyarakat Indonesia terlalu berangan-angan kosong dengan mendukung Obama.
Faktanya - mengutip tulisan Dewi Fortuna Anwar yang saya baca di Kompas pagi ini – ketika Amerika dikuasai oleh Partai Demokrat, kebijakan-kebijakan yang dibuat cenderung menyulitkan perekonomian Indonesia. Mengapa? Karena partai Demokrat itu dikuasai oleh kalangan buruh, aktivis lingkungan, dkk sehingga kebijakan yang dibuat selalu diutamakan untuk lingkungan, kemanusiaan, dan sejenisnya. Permasalahannya adalah, standar yang dibuat – dalam hal ini mengenai ekspor – terlalu tinggi bagi negara berkembang seperti Indonesia, sehingga pada masa Partai Demokrat berkuasa seringkali perekonomian Indonesia tersendat karena kebijakan-kebijakan itu. Sementara pada masa pemerintahan Bush sebenarnya Indonesia banyak diuntungkan dengan kebijakan-kebijakannya.
Jadi, ketika masyarakat Indonesia menaruh simpati berlebihan kepada seorang Barrack Obama, bukankah itu pertanda bahaya? Apa yang terjadi bila kemudian fakta yang muncul tidak sesuai dengan apa yang mereka angan-angankan?
Satu hal yang paling penting di sini sebenarnya kenyataan bahwa Barrack Obama adalah capres AS, bukan Indonesia! Alangkah konyolnya ketika dalam suatu dialog di sebuah TV swasta dimunculkan pernyataan bahwa bila Obama menang, maka kemungkinan hubungan AS dan Indonesia akan lebih baik mengingat Obama pernah bersekolah di Indonesia (!!!)
Saya memang pengagum Barrack Obama, seperti saya mengagumi Al Gore, Oprah, Soekarno, dan tokoh-tokoh penting lainnya, tapi saya 100% sadar bahwa saya bukan warga AS dan tidak ada urusan sama sekali dengan berjalannya pemilu di sana. Terinspirasi? Ya. Terpengaruh? Sama sekali tidak.
Banyak hal yang perlu dipelajari dari demokrasi AS, tapi bukan berarti mencontohnya 100%, apalagi ikut-ikutan menentukan pilihan.
Saya, kamu, Anda, kalian, adalah warga negara Indonesia, maka hiduplah dengan menjunjung tinggi negara ini. Seburuk apapun, bukankah kita tetap mencintai dan bangga kepada diri sendiri? Maka, seburuk apapun negara ini, tetaplah cinta dan bangga kepadanya. Kita tinggal di bumi Indonesia, menghirup udaranya, meminum airnya, menginjak tanahnya. Berikanlah sedikit rasa terimakasih kita kepada ibu pertiwi, jangan biarkan ia terus bersusah hati.