Moxiximo

impossible is NOTHING but a word

Archive for musik

welcoming music to my life

Mau berbagi cerita tentang 1 minggu yg menyenangkan di Sekolah Tinggi Internasional Konservatori Musik Indonesia (STIKMI).

Jadi, selama seminggu aku tinggal di asrama sana yang lumayan bgt buat ukuran gratisan. Sekamar berdua doang, pake AC 24 jam (berhubung di BSD jadi kalo ga pake AC kebayang kan…), kamar mandi dalem & ada air panasnya, makan terjamin (saur-buka-makan malam), & bebas make ruang latian piano 24 jam! COOL! Sekarang aku jadi kangen di sana lagi, soalnya di sini abis buka udah ga bisa latian lagi. Berisik..

Nah, berhubung dari kecil aku bercita-cita sekolah di asrama gitu (boarding school), jadilah aku senang bukan kepalang. Apalagi asrama musik… It was like a dream comes true!  Walaupun cuma seminggu, walaupun bukan sekolah beneran… Senangnya luar biasa! Nggak capek2 aku latian, dari yg wajib (9.00-12.00 tiap hari) sampe latian sendiri, berdua sama anti, berkelompok kecil sama biola-cello-bass… Sebenernya aku jadi kabita kuliah (lagi) di sana, tapi pas tau biayanya 10 juta per semester.. Huhu… Mengendaplah keinginan itu bersama pundi-pundi harta yang tak dimiliki saat ini…

Saur bareng, latian bareng, buka bareng, belanja bareng (khusus para wanita. hehehe), kena macet bareng, pokoknya seru! Makanya begitu konser berakhir & sebagian besar langsung pulang, asrama pun sepi… Orang-orang yg tersisa langsung begadang di balkon sambil ngobrol2 ga jelas sambil makan nasgor. Melekan sampe subuh. Hahaha. What a week…

Walaupun ada beberapa hal yg bikin kecewa (oh ternyata orkes pro itu ‘gini’…) & bermasalah (shoulder rest copot pas lagi konser & senar turun drastis di tengah2 lagu), tapi aku seneng bgt bisa dapet pengalaman super berharga itu. & berkat seminggu penuh musik itu, rasanya aku makin mantap melangkah keluar dari dunia desain interior. Hmm… Nggak sepenuhnya keluar ya, aku masih suka desain & masih terima proyekan kok. Tapi, maksudnya aku udah menutup rapat2 keinginanku buat kerja di konsultan.

Sekarang aku jadi masang target lebih tinggi utk mengejar cita-cita lamaku: jadi musisi. Bukan musisi abal-abal kayak yg sekarang banyak beredar, aku 100% serius mau mendalami klasik & belajar sampe ke Eropa. Hmm… Kembali ke titik nol? Siapa takut. Aku nggak takut gagal (udah sering gagal sih, jadi kebal) & nggak takut kecewa (udah sering juga). Hidup cuma satu kali, jadi aku nggak mau menyesal untuk kedua kalinya.

Dedikasi 100%

“Semangat bermusik saya tidak akan pernah mati” (Chrisye)

Akhirnya aku selesai membaca buku ‘Chrisye – Sebuah Memoar Musikal’. Buku ini dulu baru sempat dibaca sekitar 1/3-nya, terhambat padatnya jadwal kuliah, pengerjaan tugas2, latihan, manggung, dsb – yang memang sempat membuat aku ‘tidak sempat bernapas’ atau bahasa lainnya ‘nggak gaul’. Terpenjara dalam aktivitas sampai-sampai berangkat pagi pulang malam & rumah hanya berfungsi sebagai tempat tidur. Sekarang, di saat sedang mutlak menganggur, aku menggila dgn kembali membaca beberapa buku, dan memoar musikal ini salah satunya.

Sejak kecil aku sudah terpesona oleh suara emas Chrisye, & lagu ‘Lilin-lilin Kecil’ menjadi favoritku sampai sekarang. Kagum, itu pasti. Tapi yang aku tahu tentang beliau cuma kenyataan bahwa beliau adalah seorang penyanyi yang spektakuler (tanpa banyak gerak bisa membius penonton! Hebat!), aku tidak pernah tahu betapa filosofisnya beliau & betapa besar kecintaannya terhadap musik. Aku terpana membaca latar belakang musiknya yang seperti itu – tidak perlu dirinci seperti apa, baca aja sendiri biar penasaran, hihihi. Jadi sebenarnya apa yang mampu beliau persembahkan, tampilkan, sebesar itu semata-mata karena kecintaannya terhadap musik dan keseriusannya menghadapi bidang tersebut!

Beliau menyebutkan bahwa ia hanya bisa memfokuskan diri pada satu bidang. Hal itu seperti menamparku. Selama ini aku merasa bisa melakukan banyak hal sekaligus sehingga aku merasa sebenarnya semua orang pasti bisa, termasuk Chrisye. Hanya saja, ia lebih memilih untuk berkonsentrasi 100% pada satu bidang. Itulah yang membuat hampir semua karyanya berkualitas 100%, tidak seperti sebagian besar orang saat ini -termasuk aku.

Sepanjang membaca perjalanan bermusiknya, aku merasa beliau begitu beruntung karena bisa bertemu dengan berbagai kalangan yang semakin memuluskan langkahnya dalam bermusik. Tapi, setelah membaca komentar berbagai ‘kalangan’ tsb, pikiran pertamaku sebenarnya muncul karena kerendahan hati seorang Chrisye. Keberuntungan memang perlu, tapi semua yang diraihnya itu mutlak merupakan hasil kerja keras, ketekunan, & rasa cintanya pada musik. Itu semua dipegangnya teguh hingga akhir hayatnya. Luar biasa. Artis mana lagi yang bisa bersikap seperti itu? Chrisye adalah manusia langka, manusia pilihan, seorang legenda, & sumber inspirasi setiap orang.

Satu hal yang membuatku tersentuh adalah ketika membaca tulisan betapa sulitnya beliau ketika menyanyikan lagu ‘Ketika Tangan dan Kaki Berkata’. Begitu sulitnya hingga beliau berulangkali menangis, & rekaman pun hanya dilakukan sekali saja – tak mau lagi ia mengulangnya. Ruh dalam lagu itu begitu kuat, itu kira2 yang memberatkannya. Sekali lagi, aku merasa konyol. Begitu dalamnya penghayatannya dalam musik, begitu dalam pemahamannya akan sebuah lagu.

Terima kasih alm. Chrisye, buku memoar musikal itu seperti menyadarkan aku bahwa memang tidak ada yang mudah, tapi apapun kalau dikerjakan sepenuh hati pasti akan menghasilkan ’sesuatu’. Di tengah berbagai kebimbanganku, Tuhan seperti memberikan petunjuk agar aku memantapkan hati dan menguatkan keyakinanku. Aku berjanji, tidak akan pernah meragukan sedikitpun kebesaranMu. Subhanallah. Buku memoar musikal itu sesuai dengan apa yang beliau inginkan – beserta tim yang terlibat di dalamnya, yaitu memberikan harapan, impian, dan inspirasi.

Aku tersadar. Tidak ada yang lebih baik daripada kejujuran, rasa cinta, dan dedikasi 100%. Jujur, tidak menipu dengan berpura-pura mengemas diri menjadi orang lain, biarkan orang mengenal kita apa adanya. Mencintai bidang apapun yang ditekuni, hingga rasanya tidak mampu berpisah walau sedetikpun & tidak ragu sedikitpun akan bidang tersebut. Dedikasikan diri kita seutuhnya, jangan pernah setengah-setengah atau patah semangat – percaya dan yakin dengan apa yang kita kerjakan. Pada akhirnya, segala kerja keras itu tidak akan pernah ada yang sia-sia, walaupun hasilnya mungkin tidak langsung terlihat.

Perjalanan hidup benar-benar pengalaman yang berarti, & aku sangat berterimakasih kepada almarhum yg berkenan susah payah berbagi di tengah deraan penyakitnya. Semoga beliau diberi ketenangan di sisiNya. Semoga di sisa usiaku setelah ini aku bisa berbuat lebih banyak kebaikan dan meminimalisasi keburukanku. Amin.

Seperti Alm. Chrisye, aku juga percaya bahwa semangat bermusikku tidak akan pernah mati.