Moxiximo

impossible is NOTHING but a word

Archive for bumi

an inconvenient life

I had finished my lunch & intended to turn off the TV, when suddenly I saw Al Gore in a film titled ‘An Inconvenient Truth’. It was a 2006 movie, but I’ve never watched it, actually. Global warming is a serious issue for me, so I delayed my intention of turning the TV off & sat on the couch, watching the film.

It stunned me. Kaget rasanya melihat perhitungan-perhitungan yg dibuat 2 tahun lalu mulai kelihatan ‘bentuk’nya. Terutama bagian angin topan & badai yang akhir-akhir ini mendadak beken di layar kaca & surat kabar. Prediksinya sangat akurat!

Sedih juga melihat gletser yg lenyap, gunung es yang hancur, beruang kutub yang mati kelelahan berenang akibat nggak menemukan pijakan karena gunung es mencair… Bahkan muncul ubur-ubur raksasa (diameternya mencapai 1,8 meter) di perairan Jepang gara-gara suhu laut meningkat! Belum lagi statistik polusi udara yang naik tajam – mana aku baru melihat langsung lapisan polusi itu dari pesawat… Mengerikan.

 

Manusia memang perusak. Teknologi kok malah menghancurkan habitat sih? Mempermudah tapi merusak masa depan, mengancam punah spesiesnya sendiri. Mempermudah aktivitas tapi mempersulit hidup. Sedihnya…

Rasanya ingin melakukan sesuatu untuk menyelamatkan lingkungan. Ingin mengurangi karbon di atmosfer. Ingin menumbuhkan lagi hutan-hutan yang gundul. Ingin mengembalikan es yang mencair. Ingin ini, ingin itu, tapi sebenarnya tidak bisa berbuat apa-apa. Aku cuma bisa melakukan hal-hal yang kecil, selebihnya disepelekan orang. Kalau sama teman sendiri -sesama ITB- masih lumayan gampang menekankan pentingnya hemat energi dsb, tapi begitu ketemu orang ‘luar’… Mereka cuma menertawakan, menyepelekan, menganggap itu nggak penting… Hhhh…

Sekarang aku jadi sangat mengagumi Al Gore. Dia nggak bosan-bosannya menyampaikan presentasi, membeberkan fakta, mendorong masyarakat untuk menyadari pentingnya ‘menyelamatkan’ bumi. Yang aku nggak ngerti, apa sih yang ada di pikiran politisi-politisi itu? Apa yang ada di pikiran investor-investor itu? Kok ya seenaknya cari untung sambil merusak bumi. Memangnya mereka mau apa kalau yang terisa di bumi ini tinggal uang? Nggak bisa lagi beli air bersih, rumput, pohon, hewan ternak, dsb. Mereka mau makan apa? Uang? Minum uang?

Bukan lagi kenyataan yg nggak nyaman, sekarang ini hidup sudah sangat nggak nyaman! Bayangkan, begitu keluar rumah aku dihadang teriknya sinar matahari – yang katanya terperangkap dalam atmosfer. Jalan kaki sedikit sudah terasa terbakar. Begitu mencapai jalan raya, debu & asap knalpot menyembur ke mukaku. Batuk-batuklah aku. Naik kendaraan umum, terpapar asap rokok -sungguh derita perokok pasif!

Ah, memang bumi ini semakin tidak nyaman ditinggali…